Pakan Alternatif Untuk Benih Ikan Air Tawar
Metode Pemijahan Untuk Pemurnian Ikan
Sebelum anda memproduksi benih ikan dengan kualitas baik, maka anda akan terlebih dahulu mengelola induk ikan. Kualitas induk ikan akan menghasilkan benih ikan yang baik. Selain itu, kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi benih yang akan lakukan sanga tergantung pada keberhasilan anda dalam mengelola induk.
Purification Method For Fish Spawning
Before you produce good quality fish seed, then you will first administer the parent fish. Quality parent fish will produce good fish fry. In addition, the quantity, quality and continuity of seed production will do dross depends on your success in managing the parent.
Parent management aims to determine the amount of parent and brood are maintained to meet production targets in terms of quantity, quality and continuity. Total parent and prospective parent who kept starting from the determination of income that will be able to target the production of seeds to be generated each period. To achieve a predetermined income, calculated the amount of seed to be produced. Furthermore, to obtain the number of fish seed in accordance with the targets set are needed in the parent spawning frequency of each period to get up to the amount of the parent to be maintained.
Broodstock Selection
By selecting the correct parent that the parent will be obtained in accordance with the requirement that the optimal productivity of fish farming. Broodstock selection of farmed fish can be done easily by observing the character phenotype or by conducting breeding programs to increase the value of farmed fish Pemuliabiakan.
Parent winning fish will produce superior fish seed. Things that are very important to be noticed by the fish farmers in the selection of the parent in order to avoid a decrease in quality of the parent include:
1) Knowing the origin of the broodstock
2) Perform the recording of data on the age of the mother, the reproductive period and was first performed spawning time to age.
3) Conduct parent selection rules based on genetic
4) Perform maintenance of brood in accordance with the process of cultivation so that the parent's nutritional needs are met.
5) Reduce the possibility of inbreeding
Aquaculture's Virus
following some kind of virus that usually attacks the fish and shrimp
1. KHV (CyHV3) / Koi Herpes Virus
Koi herpes virus (KHV) that attack and koi carp were first discovered in Israel in 1997 (Doyle, 2003), then the United States and some European countries including the UK, Denmark, Netherlands. In Asia, attacked KHV carp and koi in 2002 in Indonesia, beginning in 2003 in Taiwan and Japan last in late 2003 (Haenen, 2003).
In Indonesia, Koi Herpes Virus attack goldfish and koi in Blitar first time in March 2002, continued to spread to the West Java in April 2002, Central Java and Bali. In February 2003, the disease spread to the island of Sumatra. (Sunarto et al, 2002).
ATTACK: Gold fish, Koi
SYMPTOMS:
Fish's movements were not controlled, gasping for air / oxygen deficiency, decreased appetite, skin blister, on the tip of lamella rusted gills then decay, mass mortality occurred within 1-5 days. SPREAD: The virus is transmitted horizontally from one fish to another fish (not through descent). Interestingly, this virus only attacks the carp (Cyprinus carpio) and does not harm other fish. The virus can live freely in fresh water for approximately 20 hours, even in the mud pond this virus can survive more than 24 hours.
Therefore once the virus is easily transmitted from live or dead fish infected by KHV. Likewise, the former fish pond inveksi KHV would be very dangerous and easily transmit to other pools, either through waste water ponds, mud base the rest of the pond, and the water in the pool itself.
Virus Perikanan
Oleh karena itu virus ini mudah sekali menular dari ikan hidup maupun mati yang terinfeksi oleh KHV. Demikian juga dengan kolam ikan bekas inveksi KHV akan sangat berbahaya dan mudah menularkan ke kolam lainnya, baik melalui air buangan kolam, lumpur dasar sisa kolam, maupun air dalam kolam itu sendiri.
Budidaya Tiram mutiara
Mutiara air tawar dan mutiara air laut adalah dua jenis kerang yang berbeda nilain dan kelasnya setelah dibuat perhiasan. Perhiasan mutiara lombok adalah handycraft unggulan Indonesia, komoditi ini telah terkenal di mancanegara sehingga memiliki potensi eksport yang tinggi. Mutiara lombok yang lebih langka daripada mutiara china atau tahiti ini sebetulnya memiliki kualitas yang jauh lebih baik, dikarenakan kondisi alam dan laut diperairan pulau lombok dan nusa tenggara yang masih bersih dan jernih, sehingga sangat ideal untuk pertumbuhan keranga mutiara.Koi Culture
Koi is an exotic ornamental fish with lot of fans. Besides Breedding as a hobby, koi can also be used as a promising business area. Of course for those who are really serious at it. Besides the charm of beautiful colors and outs, another feature of the koi is a beauty on display when poking and jumping into the water. It was a special sight for a hobby to maintain.
Things to watch out for when going to the breeding of koi fish is the availability of a pool, koi broodstock inventory, supply of feed seed, and treatment of tight selection of Broodstock.
Read more....
Budidaya Ikan Koi
Koi termasuk ikan hias eksotis yang semakin banyak penggemarnya. Selain dipelihara sebagai hobi, koi juga bisa dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan. Tentu saja bagi mereka yang benar-benar serius menekuninya. Selain pesona warna dan lekukannya yang indah, keistimewaan lain dari koi adalah keelokan yang dipertontonkan tatkala menyembul dan melompat ke atas air . Sungguh sebuah pemandangan yang istimewa bagi yang hobi memeliharanya.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika hendak memijahkan ikan koi adalah ketersediaan kolam, persediaan induk koi, penyediaan pakan benih, dan perlakuan seleksi yang ketat.
Eel Farming

International eel fishery centers centralized in Taiwan, Japan, Hong Kong, France and Malaysia. While the centers of eel fisheries in Indonesia were in Yogyakarta and West Java area. In other regions, is just the shelter eels caught from the wild or as a post shelter.
Eel aquaculture is not difficult nor expensive. Communities that have a narrow area can maintain the eel. Technically Cultivation and maintenance of eel (Monopterus albus) only requires attention in choosing a place / location of cultivation, making ponds, maintenance media, select the seeds, eel breeding, hatching, food and eating habits as well as pests.
Read More...
Betta

if you remember betta, you must remember these beautyful fish ...
Betta
differences of ornamental betta and fighting betta :
1. ornamental Betta has a beautyful and wide tail , while the tail of fighting betta form letters "V" and smaller than his body
2. ornamental betta body is longer than fighting hickey
3. ornamental betta more colorful , fighting hickey is bluish or blackish green
4. fighting betta is more ferocious
Read More...
Fugu

(It's deadliest fish in the world!)
Fugu (pufferfish fish) is one fish that is highly toxic and even deadly. Although the risk is dead, food of fugu is one of the special foods in Japan. Wrapping the fish and even eggs are known as the food is very valuable.This fish, called fish pufferfish (some know him as mackerel) for its ability to inflate its body. Kanji for writing the name of this fish, if translated literally means "river pig". In the area of western Japan, fugu is called Fuku meaning "blow" or "happiness."
Budidaya Teripang Pasir
Teripang merupakan salah satu komoditas ekspor dari hasil laut yang perlu segera dikembangkan cara budidayanya. Hal ini diperlukan mengingat nilai ekonomisnya yang cukup tinggi di pasaran luar negeri, namun sampai saat ini sebagian besar produknya masih merupakan hasil tangkapan dari laut, sehingga produktivitasnya masih sangat tergantung dari alam.Budidaya Belut

Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempit pun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama.
Clown Fish (Amphipron ocellaris)

Udah lama ga bikin postingan baru bwt blog bikin kangen juga.... Kreatifitas jd tak tersalurkan dengan menumpuknya laporan... Kali ini saya akan membahas tentang Clownfish!!!ya Clownfish ato yang lebh dikenal dengan nemo!!ikan oranye lucu dengan belang2 putih yang hdup di laut berkarang, yang dijadiin ikan hias ama orang2 bule... Di pasaran sih harganya $1 gtu tp masi lebih mahal daripada mas koki yang Cuma 2500 perak. Postingnya saya ambil dari berbagai sumber yang ada di buku berbahasa dewa (baca : Inggris), bahasa Indonesia dan internet!!
Chek it out!!
Cupang (Betta Spendens)


klo inget cupang, pasti kita jd inget ikan warna-warni yang kita buat maenan waktu kita kecil dulu...
waktu kecil (setelah perang irak, sebelum perang afganistan), gw ma temen2 gw dengan modal 2 rebuan, ke pasar hewan (nama kerennya pasar burung, ko di Bali) beli yang namanya cupang tapi dulu yg gw beli bukannya cupang adu tp cupang hias, walopun cupang hias bisa di asu eh di adu, tp kalah ganas ama cupang adu (ko ga salah cupang bangkok)....
Cupang...
Fugu (Takifugu, Lagocephalus, atau Sphoeroides) : enak, mahal dan mematikan!!!
Fugu (ikan buntel) adalah salah satu ikan yang sangat beracun dan bahkan mematikan. Walaupun resikonya adalah mati, makanan dari fugu merupakan salah satu makanan yang spesial di Jepang. Bahkan telur ikan buntel dikenal sebagai makanan yang sangat berharga.
Ikan ini disebut ikan buntel (sebagian mengenalnya sebagai ikan kembung) karena kemampuannya untuk menggembungkan badannya. Huruf kanji untuk penulisan nama ikan ini, jika diterjemahkan secara harfiah berarti "babi sungai". Di daerah Jepang Barat, fugu ini disebut fuku yang berarti "meniup" atau "kebahagiaan." Disebutkan, ada sekitar 40 jenis ikan yang ditangkap dan diternakkan di Jepang. Sekitar 10.000 ton ikan ini di konsumsi tiap tahunnya. , salah satu di perfecture Yamaguchi dikenal sebagai Fugu, merupakan suplier terbesar ikan ini.
ungkapan kuno di Jepang yang mengatakan bahwa "Aku mau makan fugu, tapi aku nggak mau mati." Racun yang ada di ikan ini sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak, sehingga hanya para koki yang berijin sajalah yang boleh mempersiapkan ikan ini. Untuk mendapat ijin, anda harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tertentu mengenai fugu. Setiap jenis fugu memiliki bagian tubuh beracun yang berbeda, sehingga pengetahuan ini wajib dimiliki. Karena ketatnya peraturan, jumlah kematian dapat dikurangi dengan sangat jauh.
Makanan yang berasal dari daging ikan ini biasanya mahal sekali. Satu porsi makanan dapat berkisar antara US$100-200 (sekitar Rp1-2 juta). Dikatakan bahwa tora-fugu, fugu jenis ini yang paling enak rasa dagingnya. Ikan ini sangat mahal, dan bahkan harganya dapat mencapai Rp1 juta per ekor di pasar ikan. Sekarang ini ikan fugu yang siap makan sudah dapat ditemukan di beberapa supermarket bahkan tersedia juga online. Musim dingin adalah musim paling baik untuk menikmati ikan ini, karena kandungan lemaknya yang tinggi.
Berbagai makanan olahan ikan buntel:- Fugu sashi: irisan tipis2 daging ikan fugu, disajikan dengan saus ponzu (campuran air jeruk nipis dan kecap asin)
- Fugu chiri: sayuran dan daging ikan fugu di rebus dalam kuah konbu dashi (kaldu ikan dan rumput laut) dalam wadah besar. Disajikan juga dengan saus ponzu.

- Fugu kara age: potongan daging ikan ini dibumbui, dibalut tepung dan digoreng
- Fugu hire zake: potongan sirip ikan fugu yang dipanggang dan direndam dalam sake panas
Raja Laut Ditemukan di Indonesia!!
Sabtu, 19 Mei 2007 telah ditemukan Ikan Raja Laut, jenis ikan purba yang dikenal dengan sebutan coelacanth (Coelecanth latemeria), dekat Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Penemuan ikan coelecanth di perairan Sulawesi Utara ini, merupakan penemuan kedua kalinya, setelah penemuan pertama terjadi pada 1998 di Pantai Manado Tua. Ikan, dengan panjang sekitar 130 cm, lebar 46 cm dengan bobot sekitar 50 kg, yang dianggap sudah punah 65 juta tahun silam ini ditemukan hidup-hidup oleh Yustinus Lahama dan anaknya Delfi Lahama, nelayan dari Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang.
Yustinus dan anaknya pada hari itu, pergi kelaut untuk memancing ikan untuk dikonsumsi sendiri. Setelah sekitar 5 menit menenggelamkan umpan ikan malalugis dikedalaman kira-kira 70 meter, mereka merasa kail tersangkut sesuatu yang besar. Setelah diangkat, mereka melihat ikan besar berwarna gelap berbintik-bintik putih tersangkut pada mata kail. Diceritakan oleh Yustinus "Saat tersangkut, ikan tersebut tampak tidak melakukan perlawanan, tetapi setelah diangkat dan ditaruh dalam perahu ikan itu berontak hingga merusak beberapa barang dalam perahu".
Yustinus awalnya tidak mengetahui jenis ikan apa yang baru saja ia peroleh, bahkan ia sempat akan memotong dan mengkonsumsi ikan tersebut. Secara kebetulan Darwin Papendeng karyawan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi datang dan berhasil mencegah ikan itu dipotong. Darwin Papendeng mengenali ikan coelacanth itu, dengan segera ia menghubungi Dinas Perikanan Propinsi, Dinas Pariwisata dan media massa di Sulawesi Utara untuk mengabarkan penemuan coelacanth.

Penemuan ikan ini sangat menarik bagi Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo H Sarundajang dan Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi, yang kebetulan hari itu berada di Manado. Awalnya ikan ini ditaruh di Bahu Mall, tetapi untuk mempertahankan hidupnya agar bisa lebih lama, coelacanth segera dipindahkan ke kolam yang lebih baik, di rumah makan City Extra Kalasey.
"Penemuan ini membuat Sarundajang menjadi sangat terobsesi dan berencana menjadikan ikan coelacanth ini sebagai maskot pada World Ocean Conference di Manado tahun 2009 mendatang," dipaparkan Angelique Batuna, Project Leader WWF-Indonesia Bunaken Program.
Sangat disayangkan, ikan coelacanth tersebut akhirnya mati pada hari Minggu 20 Mei 2007 pk. 01.00 WITA setelah sekitar 17 jam bertahan hidup. Kini ikan tersebut sedang dalam proses pengawetan dan akan digunakan untuk penelitian.
Untuk mengetahui lebih spesifik tentang ikan tersebut, pemerintah kota Manado dan beberapa instansi terkait, sedang menunggu kedatangan seorang icthyologist (ahli ikan) dan hasil observasinya akan dipublikasikan dalam sebuah konperensi pers minggu depan.
Coelacanth (pisces latimeriidae) pertama kali muncul dalam kehidupan sekitar 400 juta tahun silam dalam bentuk fosil. Setelah sekitar 70 juta tahun lalu ikan ini tidak ditemukan lagi, sehingga para ahli menduga ikan itu telah punah. Ikan purba ini panjangnya bisa mencapai 2 meter dengan berat 100 kilogram. Ikan ini tidak bertelur, tapi melahirkan anak.
Ikan Coelacanth ditemukan pertama kali pada 23 Desember 1938 dari Laut India, tak jauh dari mulut Sungai Chalumna oleh Kapten Hendrick Goosen. Lalu oleh, kurator museum di East London, Marjorie Courtenay Latimer, ikan tersebut diserahkan kepada ahli ikan dari Universitas Rhodes, Prof. J.L.B. Smith. Maka akhirnya Untuk menghormati jasa Latimer dan Smith, ikan purba itu diberi nama Latimeria chalumnae smith. Habitat ikan Raja Laut ini diperkirakan berada pada kedalaman laut lebih dari 150 meter, perairan Kepulauan Komoro, sebelah barat Madagaskar. Tetapi sampai tahun 1990-an, beberapa individu tertangkap di perairan Mozambique, Madagaskar, dan Afrika Selatan dan pada 1998 untuk pertama kali tertangkap coelecanth spesies baru Coelacanth latimeria menadoensis pada jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara, yang spesimennya kini tersimpan di Museum Zoologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong.
Coelecanth sejak 18 Januari 1980 telah dimasukkan dalam Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna), yang menyatakan ikan ini tidak boleh diperdagangkan antarnegara. Coelacanth berasal dari kata-kata Yunani; coelia (berongga) dan acanthus (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga dan tergolong ke dalam ordo Coelacanth hiformes. Dipaparkan oleh Ika Rachmatika S., dkk., dari Pusat Penelitian Biologi LIPI ada perbedaan karakter morfologi dan genetika antara Coelecanth latimeria chalumnae yang ditemukan di Kepulauan Komoro dan Coelecanth latimeria menadoensis yang ditemukan di Manado.
Perbedaan Latimeria chalumnae (Kepulauan Komoro) dan Latimeria menadoensis (Manado)
Jenis Perbedaan Latimeria chalumnae Latimeria menadoensis
1. morfologi dan genetika berwarna kebiruan dengan noda putih yang tidak beraturan pada sisiknya berwarna kecokelatan dengan noda putih yang tidak beraturan pada sisiknya
2. karakter meristik memiliki jumlah jari-jari pada sirip punggung kedua yang banyak, namun memiliki jumlah jari-jari sirip ekor tambahan sedikit. memiliki jumlah jari-jari pada sirip punggung kedua sedikit, namun memiliki jumlah jari-jari sirip ekor tambahan yang banyak.
Coelacanth merupakan jenis ikan dengan karakter yang berbeda dengan ikan lainnya. Coelacanth memiliki "rostral organ" pada bagian pernapasan sebagai sistem electrosensory, dan engsel pada tengkorak yang memudahkan bagian depan tempurung kepala untuk bergerak lebih cepat, sehingga juga memperluas terbukanya mulut saat bernapas. Karekter ini tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Keunikan lain termasuk lubang pengisi cairan "notocord" (yang biasa dimiliki oleh vertebrata primitif), hal ini memperkuat tulang belakang dan panjangnya tubuh.
Wellcome to Rockestra
feel free to read the articles here..
thanks for your visit and come again..








Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances